Berdaya Lewat Kopi

Berdaya Lewat Kopi

Diskusi: Berdaya Lewat Kopi

Hari, tanggal: Kamis, 8 Maret 2018

Pukul: 12.30 - 15.00

Lokasi: Kampung Pangan JMR 2018

Citra kopi sedang naik daun dalam beberapa tahun terakhir. Namun, apa sebenarnya yang terjadi di balik semakin populernya kopi di Indonesia? Kopi tidak bisa hadir tersaji tiba-tiba. Ada sejumlah kelompok pelaku dalam rantai pasokan kopi sebagai komoditas pertanian, mulai dari petani, pelaku sangrai, peracik/penyaji kopi, hingga penikmat kopi. Kopi juga tumbuh dan hadir dalam sistem yang bisa memberdayakan petani atau justru sebaliknya, memperdaya petani. Apakah dengan masuknya kopi sebagai bagian dari gaya hidup kelas menengah, nasib para petani dan orang-orang yang hidup di sekitar tanaman kopi juga mengalami perubahan? Apakah tata kelola pertanian hingga tata niaga kopi di tengah naik daunnya kopi saat ini juga memberikan ruang keberdayaan bagi petani kopi? Diskusi ini mengajak kita untuk mendengarkan langsung pengalaman orang-orang yang terlibat langsung dalam rantai pasok kopi tentang bagaimana strategi berdaya lewat kopi. Komunitas petani kopi dan peracik kopi dari Klaten, Purworejo, dan Bandung akan menceritakan bagaimana kopi bukan ditanam dan diracik sekadar untuk dijual atau diminum, melainkan bisa menjadi sarana atau media untuk berdaya bersama. Diskusi ini akan diperkaya dengan pembacaan konteks ekonomi politik kopi dari masa ke masa.

Penyelenggara: Komunitas Petani Kopi

Narasumber:
1. Sukiman Mohtar Pratomo (Radio Komunitas Lintas Merapi FM Klaten, Kopi Petruk)
2. Komunitas Petani Kopi Seplawan, Kaligesing, Purworejo
3. Okta Firmansyah (Peneliti kopi)
4. Dodo Juliman (Pegiat kopi dan barista paruh waktu)

Moderator: Aris Harianto (Combine Resource Institution)

 

Komentar pada halaman ini:

ARTIKEL TERKAIT