Kampung Pangan

Kampung Pangan

Menjadi petani, bagi sebagian orang, mungkin tidak menarik. Harga jual hasil panen  rendah, harga bibit mahal, tengkulak yang menunggu di penghujung panen, hingga alih fungsi lahan, selalu menjadi momok yang menakutkan. Tidak sedikit petani yang akhirnya menyerah; menjual tanahnya dan beralih profesi menjadi buruh upah. Tapi di balik itu semua selalu ada harapan. Tidak sedikit di antara mereka yang berhasil melepas diri dari jeratan pasar yang tidak berpihak, tengkulak dan ancaman industrialisasi. Mereka mampu menciptakan pasarnya sendiri; pasar yang adil. Ada juga di antara mereka yang berupaya mengangkat kembali pangan-pangan lokal yang mulai tergerus budaya cepat saji. Di sini, orang-orang yang mengupayakan ketahanan, bahkan kedaulatan pangan, akan berkumpul, membagikan pengalaman berproses menjadi mandiri.

Lembaga maupun komunitas pengisi kampung ini akan memamerkan apa yang sudah dilakukannya selama ini dalam pameran bersama di dalam kampung, serta akan menggelar diskusi maupun workshop sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing.

1. Kopi Petruk
2. Pawon Pesisir
3. Nusa Rasa Indonesia
4. Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP)
5. Pasar Milas
6. Kopi Seplawan / Tempur
7. Slow Food Yogyakarta 
8. Sekolah Koperasi WikiKopi