Tantangan Seru Seorang Relawan Notulis JMR 2018

Tantangan Seru Seorang Relawan Notulis JMR 2018

Dalam beberapa kesempatan terakhir, saya aktif menjadi relawan di sejumlah even di Yogyakarta. Sebagian besar event yang saya ikuti itu bertemakan seni. Jagongan Media Rakyat (JMR) menjadi even keempat yang saya ikuti sekaligus even pertama yang mengusung suara aspirasi masyarakat. Sebelumnya, saya sama sekali tidak tahu mengenai JMR. Setelah membaca sekilas di lamannya (https://jmr.combine.or.id), saya pun berpikir ini sepertinya akan menjadi pengalaman yang sangat menarik.

Beberapa hari setelah bergabung dengan JMR, saya langsung dipilih menjadi notulis dan time keeper. Karena saya memang suka menulis, saya pun tidak menolak saat ditawarkan posisi ini. 

Dua hari menjelang JMR berlangsung, panitia inti dari Combine Resource Institution mengajak para relawan berkumpul untuk melakukan persiapan akhir. Kami, para relawan juga langsung dikoordinir dengan koordinator masing-masing divisi untuk semakin memperjelas tugas kami nantinya.

Tantangan menjadi Notulis
Hari pertama JMR, saya ternyata masih gelagapan dengan tugas saya sebagai notulis. Ternyata, menjadi notulis itu tidaklah mudah. Ada beban pikiran karena harus menyelesaikan tenggat tulisan pada saat hari itu juga. Sementara saat di lapangan pun, saya terkadang masih kebingungan dengan apa yang ingin saya tulis. Jadilah saya harus mendengarkan voice recorder terlebih dahulu untuk bisa merangkum notulensi diskusi dan kemudian menulis poin-poin penting diskusi. Di hari pertama JMR, saya bahkan harus lembur karena ada dua jadwal diskusi berturut-turut. Satu jam jeda makan siang saat itu belum cukup untuk saya menyelesaikan notulensi saya. Alhasil, saya harus menunda notulensi pertama karena harus segera masuk diskusi berikutnya.  

Segera setelah jadwal diskusi kedua saya selesai pukul 15.00 WIB, saya menyelesaikan tugas editing kedua notulensi saya. Saya hanya bisa beristirahat saat jam makan malam berlangsung dan kembali maraton untuk menuntaskan notulens hari itu. Sampai pukul 8 malam, tulisan saya yang pertama belum juga selesai. Syukurlah, Mas Ferdhi sebagai koordinator notulis, mengijinkan saya untuk membawa tulisan itu pulang dan mengirimkannya via email. 

Sebenarnya di hari kedua JMR, saya tidak ada tugas notulensi. Tetapi, ternyata ada tugas tambahan untuk saya. Ketika itu, saya berjanji akan menjadikan hari pertama sebagai pengalaman agar di hari kedua, saya bisa menyicil tulisan saat diskusi masih berlangsung.

Hari kedua JMR pun tiba. Saya pikir semua akan berjalan baik-baik saja. Ternyata tidak. Memang manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan. Jogja National Museum yang menjadi tempat penyelenggaraan JMR 2018 mengalami kerusakan listrik. Listrik padam dari pukul 13.00-16.00 WIB. 

Berhubung laptop saya sudah termakan usia, jadilah harus selalu tersambung ke colokan listrik. Dengan sabar, saya menunggu hingga listrik menyala. Namun, ternyata sampai pukul 17.00 WIB tidak ada kepastian juga kapan listrik akan menyala. Saya pun mulai gelisah karena harus segera menyelesaikan tulisan ini. Akhirnya, saya kembali meminta ijin koordinator saya untuk menyelesaikan tulisan hari itu di rumah. 

Hari terakhir JMR, syukurlah semua berjalan dengan lancar. Jadwal notulensi saya hari itu pukul 09.00-12.00 WIB. Meski begitu, saya baru bisa bernapas lega pukul 18.00 WIB. 

Ternyata, menjadi notulis itu adalah sebuah tantangan. Meski demikian, itu membuat saya bangga terhadap diri saya sendiri. Ternyata, saya mampu menjadi seorang notulis. 

JMR 2018 telah memberikan saya kesempatan dan pengalaman berharga yang tidak akan pernah saya lupakan. Bertugas sebagai notulis adalah kepercayaan yang diberikan JMR buat saya. Saya juga belajar banyak hal dari diskusi-diskusi yang ada di JMR 2018. Semoga JMR bisa terus hadir di tahun-tahun berikutnya, menyuarakan aspirasi, ide, gagasan, maupun kritikan untuk segala isu yang sedang hangat diperbincangkan di bumi kita tercinta ini. Sukses terus untuk Combine Resource Institution dan Jagongan Media Rakyat!


Yusrina Aulia Cahayani

https://jmr.combine.or.id/uploads/jmrduaribudelapanbelas/1522208100-yusrina-cahayani.jpg

Relawan Notulis JMR 2018
Mahasiswi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, 
Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Editor: Apriliana Susanti

Komentar pada halaman ini:

ARTIKEL TERKAIT