Pentingnya Menjaga Privasi Digital untuk Perempuan

Pentingnya Menjaga Privasi Digital untuk Perempuan

https://jmr.combine.or.id/uploads/jmrduaribudelapanbelas/1520847176-workshop-privasi-digital-untuk-perempuan-1.jpg
Dalam perkembangan dunia digital saat ini, isu mengenai privasi semakin marak diperbincangkan. Munculnya berbagai media sosial yang dapat diakses siapapun menyebabkan literasi mengenai privasi digital menjadi penting. 

“Privasi merupakan sesuatu yang sifatnya sangat personal dan rahasia, ketika hal itu diberitahukan ke orang lain harus atas seizin kita,” jelas Anton Muhajir dari SAFEnet, dalam lokakarya  bertajuk “Literasi dan Privasi Digital untuk Perempuan” di gelaran Jagongan Media Rakyat (JMR) 2018 Sabtu (10/3).

Kemunculan beragam media sosial menyebabkan runtuhnya batas informasi yang bersifat umum dan rahasia. Informasi seperti riwayat pendidikan, usia hingga alamat rumah tidak lagi dianggap sebagai privasi. 

Menurut Anton, data pribadi yang kita masukkan ke dalam media sosial menyebabkan data tersebut sudah terekam secara online. Dampaknya bisa membahayakan karena media sosial dapat mengetahui perilaku online setiap individu, hingga memanfaatkannya dengan menjual data tersebut kepada pihak lain. 

“Semua aplikasi yang kita gunakan merekam perilaku online kita, sehingga kita perlu tahu bagaimana cara untuk meminimalisir hal ini,” kata Anton.  

Lokakarya kali ini berfokus pada mengedukasi perempuan mengenai privasi dunia digital. Hal ini menjadi respons atas banyaknya kasus bullying yang beredar di media sosial, khususnya terhadap perempuan. 

“Perempuan lebih rentan menerima kasus kekerasan online yang kemudian berimbas dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Kathleen Azali, anggota C20 Library & Collabtive yang menjadi salah satu fasilitator dalam lokakarya ini.

Kathleen kemudian menyebutkan bahwa sudah banyak kasus kekerasan online seperti perundungan yang diterima oleh perempuan. Kejadian ini dapat berdampak pada kehidupan perempuan yang bisa menyebabkan depresi hingga bunuh diri. Selain perempuan, anak-anak juga sosok yang rentan menjadi sasaran kekerasan orang lain. Menurut Kathleen, kekerasan itu terjadi ketika seorang ibu terlalu sering mengunggah foto anaknya.
https://jmr.combine.or.id/uploads/jmrduaribudelapanbelas/1520847177-workshop-privasi-digital-untuk-perempuan-4.jpg
“Foto yang kita unggah di media sosial tidak bisa kita kontrol siapa saja yang melihatnya, sehingga kontrolnya bersumber dari diri sendiri,” tutur Kathleen.

Lokakarya di JMR 2018 ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama menjelaskan konsep privasi digital, sedangkan sesi kedua berisi praktik menggunakan gawai. Dalam sesi kedua, peserta lokakarya diajarkan berbagai hal, mulai dari bagaimana internet bekerja hingga bagaimana menjaga keamanan gawai milik mereka.

Reporter: Hasya Nindita
Editor: Yosepha Debrina Ratih P

Komentar pada halaman ini:

ARTIKEL TERKAIT