Praktik Baik dan Tantangan Pemanfaatan Sistem Informasi Desa

Praktik Baik dan Tantangan Pemanfaatan Sistem Informasi Desa

https://jmr.combine.or.id/uploads/kampung-tekno-2/1520222759-whatsapp-image-2018-03-05-at-095246.jpeg

Diskusi: Praktik Baik dan Tantangan Pemanfaatan Sistem Informasi Desa

Hari, tanggal: Kamis, 8 Maret 2018

Pukul: 09.00 - 12.00

Lokasi: Kampung Tekno JMR 2018

Prakarsa Sistem Informasi Desa (SID) muncul tidak hanya disebabkan oleh adanya kebijakan pemerintah yang mengatur sistem pengelolaan data dan informasi di tingkat desa. Kebutuhan komunitas desa untuk berbenah dan berubah yang sejalan dengan perkembangan teknologi merupakan faktor pendorong kemunculan SID yang lebih mendasar. Prakarsa ini sudah dipelajari dan dipraktikkan di jumlah desa dan kabupaten yang semakin banyak dari waktu ke waktu, terutama sejak UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa disahkan. Namun, euforia penerapan SID harus selalu dipastikan apakah berbanding lurus dengan kebermanfaatannya, baik bagi komunitas di tingkat desa maupun bagi para pihak di tingkat supradesa. CRI sebagai salah satu lembaga yang turut aktif mengembangkan prakarsa ini di sejumlah daerah sejak tahun 2009 telah menghimpun banyak catatan pembelajaran dalam konteks penerapan SID.

Ada lima prinsip penerapan SID yang menjadi faktor penentu kebermanfaatan SID, meliputi partisipasi, transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan. Kelima prinsip itu diharapkan bisa menjadi landasan bagi setiap desa untuk mendapatkan sejumlah aspek manfaat dari penerapan SID, antara lain memperkuat kapasitas pemerintah desa dan warga dalam pelayanan publik, keterbukaan informasi publik, perencanaan dan pembangunan di tingkat desa, perencanaan dan pembangunan di tingkat daerah/kawasan, serta pengelolaan sumber daya desa secara mandiri oleh komunitas desa.

Secara khusus, ada sedikit desa yang diamati memiliki pengalaman cukup lengkap dalam prakarsa SID, sehingga dipandang mampu dijadikan rujukan pembelajaran bagi jejaring desa dan daerah lain yang akan mempelajari SID. CRI mengarahkan desa-desa dengan pengalaman dan kapasitas khusus itu sebagai simpul belajar bagi jaringan kerja SID. Desa Nglegi di Kabupaten Gunungkidul memiliki pengalaman dan kapasitas yang cukup utuh dalam hal perumusan konsep dan implementasi pengelolaan data dengan SID. Desa Murtigading di Kabupaten Bantul menjadi contoh desa yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam perumusan konsep dan implementasi pengelolaan informasi publik dengan SID. Kedua desa ini diharapkan dapat mendeksripsikan bentuk-bentuk praktik baik dan tantangan pemanfaatan SID dalam konteks penerapan di desa dan kabupaten masing-masing. Paparan pengalaman kedua desa ini akan menjadi bagian dari mozaik pengalaman pemanfaatan SID dalam jaringan desa-desa yang lebih luas di seluruh Indonesia.

Penyelenggara: Combine Resource Institution

Narasumber:

1. Pemerintah Desa Nglegi, Gunungkidul
2. Pemerintah Desa Murtigading, Bantul
3. Mulya Amri (Pengamat Kebijakan Daerah)

Moderator: Elanto Wijoyono (Combine Resource Institution)

 

Komentar pada halaman ini:

ARTIKEL TERKAIT