Teks dan Konteks: Hak Atas Air dan Fenomena Perampasan Air

Teks dan Konteks: Hak Atas Air dan Fenomena Perampasan Air

Diskusi: Teks dan Konteks: Hak Atas Air dan Fenomena Perampasan Air

Hari, tanggal: Jumat, 9 Maret 2018

Pukul: 13.00 - 15.00

Lokasi: Kampung Keadilan JMR 2018

Hak atas air sejatinya telah dijamin di dalam konstitusi. Namun, pada praktiknya, berbagai kasus di berbagai daerah membuktikan bahwa pelanggaran hak atas air justru kian masif terjadi seiring dengan kuatnya paradigma pertumbuhan yang mengakar di benak pengambil kebijakan. Paradigma itu mengakibatkan dasar-dasar pengelolaan sumber daya alam, agraria, tata ruang, termasuk di dalamnya air sebagai urusan yang saling terkait antara yang satu dengan yang lain, semakin mengutamakan cara pikir ekonomistik dan menjauh dari perspektif hak-hak rakyat.

Kasus keringnya sumber air warga di Yogyakarta karena masifnya pengambilan air tanah oleh industri pariwisata, serta rusaknya hulu sumber sumber mata air di lereng Merapi karena pertambangan galian C adalah contohnya. Kasus-kasus lain seperti penataan kawasan hilir sungai yang tidak mengutamakan dialog dan mengabaikan kepentingan rakyat, masifikasi dana investasi infrastruktur yang salah satunya mendorong peningkatan industri semen yang mengancam sumber air warga pegunungan Kendeng, hingga bencana kekeringan dan banjir yang menerpa berbagai daerah adalah bukti bahwa tata kelola air lestari dan norma hak atas air telah diabaikan.

Diskusi ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran dan alternatif gerakan untuk mendorong penegakan hak atas air di Indonesia.

Penyelenggara: Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA)

Narasumber:
1. Bosman Batubara
2. Muhammad Reza
3. Wijanto Hadipuro

Moderator: Chabibullah

Komentar pada halaman ini:

ARTIKEL TERKAIT